PERDAGANGAN DI PASAR MODAL

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Pasar modal merupakan tempat bagi investor untuk menanamkan inventasinya dengan risiko yang ditanggung untuk mendapatkan keuntungan yang di harapkan. Pasar modal juga merupakan tempat bagi perusahaan yang ingin mendapatkan dana segar dari masyarakat untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan adanya dua kepentingan ini maka pasar modal meupakan sarana dalam mempertemukan dua pihak untuk mencapai kesepakatan.

Pelaku di pasar modal sangat majemuk, mulai dari individu atau perseorangan sampai organisasi yang khusus berkosentrasi pada perdagangan saham. Dalam melakukan investasi, pelaku di pasar modal menggunakan beberapa saham untuk meminimalkan risiko yang dapat terjadi, dan untuk saham biasanya melakukan portofolio terhadap beberapa beberapa saham dengan mekanismenya sendiri- sendiri.

  1. B. Tujuan

Makalah ini dibuat agar pembaca mengerti dan memahami tentang karakteristik perdagangan, kelebihan, kelemahan, dan landasan perekonomian dipasar modal. Oleh karena itu kami selaku penulis berusaha untuk menjelaskan secara rinci tentang perdagangan dipasar modal dalam makalah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

PERDAGANGAN DI PASAR MODAL

  1. A. Saham
    1. 1. Saham Biasa

Dalam pengertia umum, saham biasa merupakan sebuah piagam yang berisi aspek-aspek penting bagi perusahaan, termasuk hak dari pemilik saham dan hak khusus yang dimilikinya berkaitan dengan kepemilikan saham.

Karakteristik khusus dari saham biasa yaitu sbb:

  1. Nilai buku : nilai dari modal perusahaan yang telah tercantum dalam neraca keuangan.
  2. Nilai pasar : nialai pasar dari sebuah saham yang terjadi pada harga sekarang.
  3. Dividen : pendapatan tetap yang diterima oleh pemilik saham dari perusahaan.
  4. Dividen yield : dividen dalam range harga pasar saham dalam bentuk persentase.
  5. Payout ratio : adalah rasio perbandingan dividen terhadap pendapatan.
  1. 2. Saham Preferen

Saham preferen adalah suatu bentuk saham yang memiliki kekhususan terutama dalam pembayaran dividend an hak suara yang lebih bila dibandingkan dengan pemilik saham biasa. Pemilik saham preferen akan menerima pembayaran terlebih dahulu dibandingkan pemilik saham biasa, pemegang saham ini umumnya diberi hak suara dalam pemilihan direksi bila perusahaan yang bersangkutan belum membayar dividen untuk periode tertentu.

Secara tradisional, ada hubungan antara nilai intristik dan harga pasar sekarang yang dapat dirangkum sbb:

  • Nilai intristik > harga pasar sekarang, maka undervalue ( beli).
  • Nilai intristik < harga pasar sekarang, maka overvalue ( jual).
  • Nilai intristik = harga pasar sekarang, maka terjadi keseimbangan.

Tingkat risiko biasanya berdampak pada pergerakan saham biasa.Dan banyak factor yang dapat menyababkan preferensi dalam portofolio saham.Dalam hal ini pasar sangat dominan dalam mempengaruhi variasi tingkat keuntungan. Dampak yang ada pada pasar  modal satu secara tidak langsung akan mempengaruhi pasar modal yang lainnya.

Required rate of return merupakan syarat minimum yang diinginkan investor dalam mendapatkan keuntungan dan melakukan pembelian terhadap saham. Apabila terjadi tingkat bebas resiko maka investor akan berusaha mengejar dan tentu saja akan disesuaikan dengan inflasi yang terjadi. Premium risk merupakan tambahan kompensasi bagi investor dalam mengurangi risiko yang terjadi.

  1. 3. Strategi Investasi Saham

Dalam melakukan investasi kedalam bentuk saham, investor akan dihadapkan pada berbagai pilihan yaitu :

  1. Strategi Pasif
  • Strategi beli dan tanah

Investor akan membeli saham dan melakukan penahanan sampai pada waktu yang tepat untuk melakukan aksi.

  • Index funds

Merupakan gabungan dari dana segar dan dana pension yang akan digunakan dalam pasar dan merupakan duplikasi dari indeks dalam pasar.

  1. Strategi Aktif
  • Pemilihan sekuritas

Perlu melakukan seleksi saham untuk mendapatkan hasil terbaik dari permainan saham yang akan dibeli,dengan cara langsung untuk mendapatkan informasi atau menyarahkan pada perusahaan sekuritas.

  • Rotasi Sektor

Untuk mengurangi risiko yang akan terjadi dengan membandingkan bobot industry yang ada.

  • Market Timing

Merupakan pendapatan akibat dari variasi persentase portofolio aset dalam modal saham.

  1. 4. Pendekatan Untuk Analisis Dan Seleksi Saham

  1. Teknik analisis

Merupakan metodologi dari perkiraan fluktuasi harga saham, bertujuan untuk menilai saham secara individu maupun dari seluruh pasar.

  1. Analisis fundamental

Merupakan sebuah gagasan di mana saham memiliki nilai instristik pada suatu saat, yang merupakan fungsi dari variable ekonomi.

Kerangka kerja Analisis fundamental yaitu :

  • Analisis ekonomi dan pasar

Aktivitas ekonomi yang terjadi akan berpengaruh terhadap pasar modal yang ada, dan menjadi pertimbangan tersendiri bagi investor dalam melakukan pembelian saham.

  • Analisis industri

Dengan melakukan Analisis industri,yang merupakan factor kedua yang akan mempengaruhi tingkat keuntungan saham.

  • Analisis perusahaan

Menganalisis secara spesifik perusahaan yang akan dibeli sahamnya, karena informasi ini sangat mempengaruhi harga saham pada masa yang akan datang.

  1. B. Obligasi

Obligasi adalah instrumen utang jangka panjang dalam kontrak surat obligasi dimana ada pihak yang mendapatkan bunga dan membayar kembali utang yang dilakukannya, umumnya tidak dijamin dengan aktiva terentu.Tren penting dalam pasar obligasi yaitu junk bond, yang merupakan tipe dari obligasi yang memiliki risiko tinggi atau berbunga tinggi. Dan merupakan fenomena yang terjadi sebagai dampak dinamisnya perkembangan pasar dalam mencapai pertumbuhan baru, yang diimbangi oleh peningkatan suku bunga dan lain- lain.

Strategi dalam obligasi ada 3 yaitu :

  1. Strategi pasif

Merupakan Strategi dimana investor bertindak tidak aktif dalam mencampuri pertimbangan, dan harga telah ditentukan sebelumnya dengan meninggalkan portofolio sebagai variable.

  1. Imunisasi- Strategi hybrid

Merupakan Strategidalam memproteksi portofolio terhadap resiko dengan membatalkan 2 komponen, yaitu risiko harga dan risiko tingkat reinvestasi.

  1. Strategi aktif

Merupakan Strategi yang dirancang untuk menghasilkan keuntungan melalui aktivitas perdagangan. Beberapa strategi dalam meraih keuntungan antara lain :

  • Memprediksi perubahan pada tingkat harga.
  • Swappingtingkat bunga, merupakan kontrak antara 2 bagian untuk mengubah aliran khas, yang digunakan untuk hedge risiko tingkat bunga.
  1. C. Efisiensi Pasar Modal

Pasar modal efesien adalah pasar modal dimana harga saham yang ada merefleksikan semua informasi yang terjadi secara cepat, rata- rata, dan akurat. Bagi investor, informasi tersebut merupakan kunci dalam menentukan harga saham.

Pasar modal efisien dapat terjadi apabila mengikuti asumsi sbb :

a)      Laba maksimum yang rasional yang dihimpun oleh investor.

b)      Informasi bebas biaya dan tersedia luas bagi pelaku pasar modal pada saat yang sama.

c)      Informasi yang terjadi bersifat random.

d)     Investor bereaksi secara cepat dan total terhadap informasi terbaru, yang menyebabkan penyesuaian harga.

Bentuk hipotesis dari pasar modal efesien, dimana harga saham merefleksikan nilai ekonomi yaitu sebagai berikut :

a)      Bentuk lemah : dimana harga saham merefleksikan seluruh harga dan volume yang ada dapat digunakan untuk memperkirakan harga masa yang akan dating.

b)      Bentuk semikuat : dimana harga saham merefleksikan semua informasi yang diterbitkan untuk publik.

c)      Brntuk kuat : dimana harga saham merefleksikan semua informasi yang dipublikasikan dan bersifat privat.

Dengan adanya pasar modal yang efisien maka ada dampak dari adanya efisiensi tersebut yaitu :

a)      Sulit bagi perusahaan untuk menjual sekuritas dengan harga terlalu mahal.

b)      Tidak memungkinkan adanya rekayasa terhadap laporan keuangan, karena cash flow yang diterima oleh perusahaan tidak berubah.

c)      Timing penerbitan saham, karena menyangkut saat yang tepat dalam menerbitkan saham baru.

  1. D. Pasar Modal Indonesia

Pasar modal di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan mengenai struktur, peraturan, maupun pelaku nya. Pada tahun 1978- 1984 pasar modal Indonesia berada dalam kondisi lesu, hal ini disebabkan oleh adanya laba minimum 10% dari modal sendiri yang merupakan salah satu syarat perusahaan yang akan go public. Pada tahun 1987- 1990 diadakan deregulasi dengan penghapusan beberapa syarat yang dirasa memberatkan dan menciptakan iklim yamg kondusif bagi perkembangan pasar modal.

Melalui keputusan Presiden No. 53 tahun 1990dan keputusan Mentri keuangan No.1548/KMK.013/1990 tentang pasar modal, pemerintah mengadakan perubahan secara fundamental yaitu memisahkan fungsi BAPEPAM yang sebelumnya bertindak selaku penyelenggara dan pengawas Bursa Efek Jakarta ( Jakarta Stock Exchange), menjadi pengawas bursa efek Jakarta. Dengan ketentuan baru tersebut BAPEPAM memfokuskan diri pada pengawasan dan pembinaan kepada seluruh lembaga yang terkait dipasar modal dan menjalankan fungsinya seperti lazimnya di Negara- Negara lain yang biasa disebut Securities Exchange Commision (SEC). Dalam peraturan baru diubah namanya menjadi Badan Pengawas Pasar Modal.

Pada tahun 1997 pasar modal kembali terpuruk pada posisi terendah akibat krisis moneter yang melanda Indonesia. Kondisi ini menyebabkan para investor menjadi enggan untuk menanamkan modalnya dipasar modal Indonesia dan terjadilah krisis kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.

  1. A. Lahirnya Undang- Undang Pasar Modal

Undang- undang pasar modal merupakan landasan hokum yang kukuh dan komprehensif untuk menampung perkembangan pasar modal yang semakin kompleks dan rumit, juga untuk melindungi kepentingan investor dalam menginvestasikan dananya dipasar modal.

Tanggal 1 januari 1996 merupakan peristiwa penting yang menentukan arah perjalanan pasar modal dimasa yang akan datang. Karena pada saat itu efektif berlakunya undang- undang pasar modal yang telah diatur oleh pemerintah.

Undang- undang pasar modal tidak hanya dimaksudkan untuk menggantikan undang- undang Bursa No 15 tahun 1952 yang tidak sesuai lagi, tetapi juga dipersiapkan untuk mengantisipasi era globalisasi yang sudah semakin dekat. Dengan lahirnya undang- undang ini maka kegiatan pasar modal Indonesia memiliki landasan hukum yang kukuh dan komprehensif.

Adapun asek- aspek yang diatur dalam undang- undang pasar modal antara lain yaitu sbb :

a)      Fungsi badan pengawas modal

Yaitu wewenang BAPEPAM untuk melakukan fungsi penyelidikan atas kejahatan dibidang pasar modal dan mengeluarkan perintah penghentian bagi setiap pihak ang melakukan pelanggaran dipasar modal.

b)      Bursa efek

Tujuan pendirian bursa efek yaitu untuk menyediakan dan mengkoordinasi penyelenggaraan perdagangan efek secara efesien dan tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan.

c)      Lembaga kliring dan penjaminan (LKP), lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP)

Tujuan pendirian lembaga ini yaitu untuk melaksanakan salah satu fungsi didalam rangkaian transaksi perdagangan efek. Lembaga ini juga merupakan lembaga berorientasi nirlaba.

d)     Ttansaksi efek yang dilarang

Secara tegas menggariskan berbagai transaksi yang dilarang, misalnya pemalsuan dan penipuan, memanipulasi pasar, informasi yang tidak benar dan menyesatkan, dan pandangan orang dalam (insider trading).

  1. B. BAPEPAM Pasca Undang- Undang No 8 Tahun 1995

Dengan berlandaskan undang- undang pasar modal No8 tahun 1995 tanggal 10 November 1995, maka fungsi dan tugas BAPEPAM adalah melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan kegiatan pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien.

Dalam melaksanakan fungsinya, BAPEPAM mempunyai wewenang antara lain adalah:

a)      Memberi

  1. Izin usaha kepda bursa efek LKP, LPP, Reksadana, perusahaan efek, penasihat investasi, dan biro administrasi efek.
  2. Izin orang perseorangan bagi wakil penjamin emisi efek, wakil perantara pedagang efek, dan wakil manajer investasi.
  3. Persetujuan bagi Bank custodian.

b)      Mewajibkan pendaftaran profesi penunjang pasar modal dan wali amanat

c)      Menetapkan persyaratan dan tata cara pencalonan dan pemberhentian untuk sementara waktu komisaris atau direktur, serta menunjuk manajemen sementara bursa efek, LKP, LPP, sampai dipilihnya komisaris atau direktur baru.

d)     Menetapkan persyaratan dan tata cara pernyataan pendaftaran serta menyatakan, menunda, atau membatalkan efektifnya pernyataan pendaftaran.

e)      Mengadakan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap setiap pihak dalam hal terjadinya peristiwa yang diduga merupakan pelanggaran terhadap undang- undang atau peraturan pelaksanaannya.

f)       Mewajibkan semua pihak menghentikan / memperbaiki iklan/ promosi yang berhubungan dengan kegiatan pasar modal dan mengambil langkah- langkah yang diperlukan untuk mengatasi akibat yang timbul dari iklan atau promosi yang dimaksud.

g)      Melakukan pemeriksaan terhadap setiap emiten atau perusahaan publik yang telah atau diwajibkan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada BAPEPAM, atau pihak yang dipersyaratkan memiliki izin usaha perseorangan, persetujuan, atau pendaftaran profesi berdasarkan undang- undang.

Sebagian besar investor masih menganut manajemen lama dan kekeluargaan (family company). Hal ini berpengaruh terhadap komposisi kepemilikan, sehingga perlu di perjelas adanya praktek dalam bentuk manipulasi dan masih banyak kasus lain yang mendorong BAPEPAM untuk melakukan perlindungan terhadap investor. Contohnya penipuan efek dan manipulasi pasar.

BAB III

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Pasar modal merupakan sarana untuk mempertemukan 2 kepentingan dari 2 pihak yang berbeda. Dua sekuritas utama yang diperdagangkan di pasar modal adalah saham dan obligasi. Masing- masing mengandung hak dan kewajiban yang berbeda baik bagi pembeli maupun penjual saham, juga tingkat keuntungan dan tingkat resiko yang berbeda.

Saham terdiri atas saham biasa dan saham preferen. Sebelum memutuskan untuk membeli saham tertentu, perlu dilakukan tahap analisis, antara lain analisis ekonomi dan pasar,analisis industry, dan analisis perusahaan. Keuntungan yang diperoleh atas pemilik saham yaitu berupa dividend an capital gains. Berbeda dangan saham, obligasi menawarkan keuntungan tetap selama periode tertentu dan capital gains pada saat tertentu juga.

Pasar modal sebagai sarana jual beli sekuritas dituntut untuk efisien. Denagn efesiennya suatu pasar modal, akan sulit bagi perusahaan untuk menjual sekuritas dengan harga yang terlalu mahal dan juga tentunya akan timbul kesulitan untuk merekayasa laporan keuangan perusahaan.

  1. B. Saran

Kami sebagai penyusun sangat menyadari bahwa makalah ini sangat jauuh dari kesempurnaan, disebabkan dangkalnya ilmu pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami sebagai penyusun meminta maaf, dan mengharapkan kritik, saran maupun masukan yang bersifat membangun dari seluruh pihak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: