dani punya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Logika adalah bahasa latin berasal dari kata logos yang berarti perkataan atau sabda. Istilah lain yang digunakan sebagai gantinya adalah mantiq, kata Arab yang berasal dari kata kerja nataka yang berarti berkata atau berucap.
Dalam bahasa sehari-hari kita sering mendengar ungkapan serupa : alasannya tidak logis, argumentasinya logis, kabar itu tidak logis. Yang dimaksud dengan logis adalah masuk akal, dan tidak logis adalah sebaliknya. Logika adalah ilmu yang mempelajari metode dan hokum-hukum yangndigunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah.
Logika lahir sebagai ilmu atas jasa aristoteles, theoprostus dan kaum stoa.
Dalam mempelajari cara bernalar yang benai seperti yang kita sebutkan bahwa logika itu mempelajari cara bernalar yang benar. Di kenal beberapa istilah penalaran seperti,
– proposisi hipotetik
– proposisi disyungtif
– oposisi dan,
– pernyataan yang sama.
1.2 Rumusan masalah :
– apa yang dimaksud dengan proposisi hipotetik, proposisi disyungtif, oposisi dan pernyataan yang sama
1.3 Tujuan penulisan
– untuk mengetahui penalaran dalam ilmu logika dan jenis-jenisnya
– untuk memenuhi tugas kelompok dari dosen logika

BAB II
PEMBAHASAN
A. PREPOSISI
a. Pengertian
Proposisi adalah suatu penuturan (assertion) yang utuh. Misalnya karate adalah salah satu seni bela diri. Suatu penuturan dikatakan tidak utuh apabila tidak mencakup suatu arti yang utuh. Telah kita ketahui logika mempelajari cara bernalar yang benar, karena objek material logika adalah penalaran. Penalaran adalah suatu proses intelektual semata. Kita tidak bisa melaksanakannya tanpa memiliki dahulu pengetahuan yang menjadi premisnya. Bila kita misalkan dengan sebuah bangunan, premis itu adalah batu, pasir dan semennya. Sedangkan proses penalaran itu dapat kita samakan dengan arsitekturnya. Dengan semen, batu dan pasir serta arsitektur yang berkualitas atau bermutu tentu akan menghasilkan bangunan yang baikindah, dan kokoh pula. Pernyataan pemikiran manusia adakalanya mengungkapkan keinginan perintah, harapan, kekagumanbahkan pencemoohan akan terjadi. Dan pengungkapan realitas tentu baik di nyatakan dalam bentuk positif maupun bentuk negatif.

b. Preposisi juga dapat didefinisikan ungkapan keputusan dalam kata-kata atau juga manifestasi (pernyataan) dari sebuah keputusan, pembicaraan logika dengan pernyataan fikiran.
Secara subjektif, keputusan berarti suatu aksi fikiran yang dengan itu kita membenarkan atau menyangkal sesuatu. Misalnya:
Hasan adalah manusia penyabar
Kusni kusdut adalah penjahat ulung
Secara objektif keputusan adalah sesuatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat di benarkan atau disangkal. Jadi, bisa benar bisa salah.sekarang bagimanakah mengukur benar atau salah nya suatu proposisi.
Dalam logika dikenal adanya dua macam proposisi yaitu menurut sumbernya, preposisi analitik adalah preposisi yang prediketnya mempunyai pengertian yang sudah terkandung pada subjeknya.

Misalnya :
1. manggis adalah buah-buahan
2. ayam adalah hewan
3. kakek adalah orang laki-laki
untuk menilai benar salahnya preposisi kita lihat ada tidak nya pertentangan dalam diri pernyataan itu sebagaimana tentang ukuran kebenaran. Preposisi analitik disebut juga preposisi apreori.
Preposisi sintetik adalah preposisi yang prediketnya mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subjeknya seperti : mangga ini manis
Preposisi sintetik adalah lukisan dari kenyataan empiric. Maka untuk mengetahui benar salahnya diukur berdasarkan sesuai tidaknya dengan pernyataan empiriknya. Preposisi ini disebut juga aposteriori.
Proposisi menurut bentuknya ada tiga macam yaitu :
a. preposisi kategorik
b. preposisi hipotetik
c. preposisi disyungtif
Disini kita akan bahas proposisi hipotetik dan disyungtif yang manaproposisi kategorik sudah kita bahas sebelumnya.
1. proposisi hipotetik
a. Definisi
Proposisi hipotetik adalah proposisi yang antara bagian-bagianya terdapat hubungan, oposisi, kesamaan dan lain-lain.
Kalau proposisi kategorik menyatakan suatu kebenaran tanpa syarat, sedangkan preposisi hipotetik kebenaran yang dinyatakan justru digantungkan pada syarat tertentu. Antara kedua mempunyai perbedaan yang mendasar.
Pada preposisi kategorik kopulanya selalu “adalah” atau “bukan” atau “tidak”. Sedangkan pada preposisi hipotetetik kopulanya adalah “jika, apabila, atau manakala” yang kemidian dilanjutkan dengan maka. Proposisi hipotetik kopula menghubungkan dua buah pernyataan.

Misalnya, jika permintaan bertambah maka harga akan naik. Pada dasarnya terdiri dari dua proposisi kategorik. “permintaan bertambah” dan “harga naik”, ‘maka’ pada contoh diatas adalah kopula, ‘permintaan bertambah’ sebagai pernyataan pertama disebut “sebab”, dan ‘harga naik’sebagai pernyataan kedua disebut “akibat”.
Preposisi hipotetik mempunyai dua bentuk, pertama bila A adalah B, maka A adalah C, seperti:
Bila budi rajin ia akan naik kelas
kedua, bila A adalah B maka C adalah D. seperti :
Bila BBM ( bahan bakar minyak) maka rakyat akan menuntut
Antara sebab dan akibat dalam preposisi hipotetik adakalanya merupakan hubungan kebisaan dan adakalanya hubungan keharusan. Contoh yang mempunyai kebiasaan seperti :
Jika hujan turun, saya tidak akan pergi.
Adapun contoh proposisi hipotetik yang mempunyai hubungan keharusan. Seperti :
Bila sesuatu itu hidup maka ia membutuhkan air.

2. Preposisi Disyungtif
preposisi disyungtif adalah yang dua bagiannya dengan kata “apabila”,”jika tidak” dan lain-lain.bagian yang diawali dengan “ jika” disebut “ sebab”, bagian yang lain disebut “ akibat “ maka tipe preposisi kondisional(yang kebenarannya digantungkan pada syarat tertentu) juga dapat dirumuskan sebagai preposisi yang menerangkan dependensi (ketergantungan ).
Preposisi disyungtif pada hakikatnya juga terdiri dari dua buah preposisi kategorik, preposisi disyungtif seperti proposisi jika tidak benar maka salah, jka dianalisis menjadi preposisi AU benar atau preposisi itu salah. Kopula yang berupa “ jika “ dan “maka” mengubah dua preposisi kategorik menjadi permasalahan disyungtif. Kopula dari preposisi disyungtif sangat berfariasi sekali, seperti :

Hidup kalau tidak bahagia adalah susah
jika bukan Hasan mencuri maka Budi
Dalam preposisi hipotetik, kopula menghubungkan sebab dan akibat. Sedangkan dalam preposisi disyungtif kopula menghubungkan dua buah alternative ( pilihan ).
Proposisi disyungtif dapat dibagi dalam dua bentuk.proposisi disyungtif sempurna mempunyai alternatif kontra diktif (pertentangan), sedangkan preposisi tidak sempurna, alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif. Rumusan yang pertama adalah : A mungkin B mungkin non B seperti :
Iwan berbaju merah atau berbaju non merah
Ucok mungkin masih hidup mungkin sudah mati (non mati)
Adapun rumusan untuk bentuk kedua adalah: A mungkin B mungkin C, seperti:
Iqbal berbaju merah atau berbaju putih
Haris dikost atau dikampus
Kita telah memasuki permasalahan kedua dalam logika yaitu tentang relasi antara preposisi.apabila kita menghadapi dau pernyataan yang berlawanan keduanya menginformasikan permasalahan yang sama, bagaimanakah menentukan kebenaran dua pernyataan tadi? Benar keduanya, salah keduanya atau satu salah satu benar.
B. OPOSISI
Apabila dua pernyataan di tampilkan simultan akan menimbulkan apa yang oleh logika disebut: hubungan logika. Ada enam macam hubungan logika:
1. hubungan independent :dua pernyataan mempunyai hubungan independent manakala keduanya menampilkan permasalahan yang samasekali terpisah. Seperti;
pohon asam berakar tunggang.
semua kelinci pemakan daun-daunan.
Hubungan independent mempunyai tabiat : benar salahnya pernyataan pertama tidak dapat dipakai menentukan benar salahnya pernyataan yang lain.
2.Hubungan equivalent : dua pernyataan mempunyai hubungan equivalent manakala keduanya mempunyai makna yang sama seperti :
semua besi adalah logam
semua logam adalah besi
Hubungan equivalent mempunyai tabiat: benar salahnya pernyataan yang satu menentukan benar salahnya pernyataan yang lain. Dengan perkataan lain, bila pernyataan yang satu benar maka benar pula pernyataan yang lain; bila pernyataan yang satu salah maka yang lain mengikuti juga.

1. hubungan kontradiktori ( pertentangan) : dua pernyataan mempunyai hubungan kontradiktori manakala keduanya terdiri term subyek dan prediket yang sama tetapi berbeda dalam kualitas dan kuantitas. Hubungan kontradiktori terdapat antara pasangan pernyataan A dan O. atau pasangan yang E dan I, seperti :
A : Semua yang sukses rajin
O : Sebagian yang sukse tidak rajin
E : Semua orang saleh tidak pendengki
I : Sebagian orang saleh pendengki
Sepasang permasalahan kontradiktori mempunyai tabiat bila satu salah yang lain harus benar, dan bila yang satu benar, yang lain harus salah,tidakmungkin benar keduanya atau salah keduanya.
2. Hubungan kontrari (perlawanan): dua pernyataan mempunyai hubungan kontrari manakala term subjek dan prediket kedua pernyataan itu sama, kualitasnya sama-sama universal tetapi berbeda dalam kualitas.hubungan kontrari terdapat pada pernyataan A dan E,seperti:
A: Semua politikus curang
E: Semua politikus tidak curang
Hubungan kontrari mempunyai tabiat: salah satu pernyataan salah dan bisa salah keduanya.
3. Hubungan sub kontrari(setengah perlawanan): dua pernyataan mempunyai hubungan sub kontrari manakala term subjek dan prediket pernyataan itu sama, kualitasnya sama-sama pertikuler tapi berbeda dalam kualitas.hubungan sub kontrari terdapat pada pernyataan I dan O,seperti:
I: Sebagian pedagang kikir
O: Sebagian pedagang tidak kikir
Hubungan sub kontrari mempunyai tabiat:salah satu pernyataan harus benar dan bisa benar keduanya.
Implikasinya(mencakup)dua pernyataan mempunyai hubungan implikasi manakala term subjek dan prediket pernyataan itu sama,sama-sama dalam kualitas tetapi berbeda dalam kuantitas.hubungan implikasi terdapat pada pernyataan Adan I serta pasangan antara E dan O,seperti:
A: Semua mahasiswa komplek C rajin
I : Sebagian mahasiswa komplek C rajin
Hubungan implikasi mempunyai sifat: bisa benar keduanya,salah keduanya,atau satu benar dan satu salah.
C. PERYATAAN YANG SAMA

Setiap pernyataan dalam bentuk A,E,I atau Odapat kita tarik permasalahan lain yang tersirat didalamnya.permasalahan itu adalah semakna dengan pernyataan aslinya,tetapi berbeda dalam redaksinya. Dalam logika proses ini disebut penyimpulan Eduksi.dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar atau mengungkapkan proses eduksi ini,seperti pernyataan ‘apa yang saya sampaikan bukan tidak beralasan”sebagai upaya menekankan pernyataan “apa yang saya sampaikan adalah beralasan “.juga pada waktu menghadapi beberapa pernyataan kategorik kita sering menganalisis,apkah mereka menyatakan beberapa pengertian atau satu pengertian yang dinyatakan dalam beberapa cara.
Teknik-Teknik Eduksi
Untuk menyatakan suatu proposisi kepada preposisi lain yang semakna serta menguji kesamaan makna dari beberapa proposisi yang kita hadapi kita mengetahui proses penyimpulan eduksi, melalui teknik konversi,obverse kontra posisi inverse
a) Konversi
konversi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada preposisi lain yang semakna dengan menukarkedudukan subjek dan prediket pernyataan aslinya.subjek pernyataan pertama menjadi prediket dan prediketnya menjadi subjek pada preposisi yang baru. Jadi kita beralih dari pernyataan tipe S P kepada tipe P S,seperti:
Tidak satupun mahasiswa adalah buta huruf
Tidak satupun yang buta huruf adalah mahasiswa
Kita tinggal membalik saja kedudukan subjek dan prediket permasalahan aslinya tetapi kita harus waspada,karma tidak selamanya dengan pembalikan begitu saja akan didapat preposisi baru yang benar, seperti:
Semua kuda adalah binatang
Semua binatang adalah kuda(salah)
Perlu kita ketahui bahwa pernyataan aslinya disebut konfertend sedangkan pernyataan baru yang dihasilkan disebut converse.agar didapat converse yang benar perlu diperhatikan patokan berikut :
Pernyataan bentuk A harus di konversikan menjadi I
Konvertend :semua kuda adalah binatang.
Konverse :sebagian binatang adalah kuda
Pernyataan bentuk I konversinya berbentuk I juga.
Konvertend : sebagian cendikiawan boros
Konverse: sebagian yang boros adlah cendikiawan
Pernyataan E konversinya bentuk E juga
Konvertend: semua yang sholeh bukan pencuri
Konverse: semua pencuri bukan orang yang sholeh
Pernyataan O tidak dapat dikonversikan
Konvertend: sebagian binatang bukan gajah
Konverse: sebagian gajah bukan binatang (salah)
Penting diketahui bahwa dalam proses konversi kita tidak terikat semata-mata dengan kata-kata pada pernyataan aslinya, tetapi boleh saja menambah untuk menjaga agarmakna preposisi preposisi semula tidak berubah, seperti:
konvertend : sebagian anjing berkutu
konversi : sebagian binatang yang berkutu adalah anjing
pernyataan bentuk singular konversinya diperlakukan sebagaimana bentuk universal. Manakala preposisinya positive diperlakukan sebagai bentuk A dan apabila bentuk negative diperlakukan sebagaimana bentuk E seperti :
konvertend : Hasan adalah lelaki yang sabar
converse : sebagian lelaki yang sabar adalah Hasan
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan proses konversi dari semua bentuk preposisi, yakni :
bentuk A,di balik dan diubah menjadi I
bentuk I, tinggal dibalik saja
bentuk E, tinggal dibalik saja
bentuk O,tidak bisa dikonversikan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil makalah ini dapat disimpulkan bahwa:
– Proposisi adalah suatu penuturan (assertion) yang utuh misalnya, karate adalah salah satu seni bela diri
– Jika didefinisikan preposisi diartikan sebagai ungkapan keputusan dalam kata-kata, atau juga manifestasi (pernyataan) dari sebuah keputusan/pembicaraan logika dan pernyataan fikiran
– Menurut bentuknya proposisi terbagi menjadi 3 :
a. Proposisi hipotetik yaitu proposisi yang antara bagian-bagiannya terdapat hubungan oposisi, kesamaan, dll.
b. Proposisi disyungtif yaitu tipe preposisi kondisional yang kebenarannya digantungkan pada syarat tertentu.
– apabila dua pernyataan ditampilkan simultan itulah apa yang oleh logika disebut Oposisi atau hubungan logika.
– Pernyataan yang sama yaitu bagaimana seharusnya mengubah suatu proposisi kepada proposisi lain tanpa mengubah makna.disamping memberi pedoman apakah dua proposisi kategorik atau lebih mempunyai makna yang sama atau berbeda.
3.2 Saran
Semoga dari penulisan meteri dalam makalah ini dapat diambil manfaat nya dan setelah mempelajari materi ini kita dapat membedakan pola fikiran yang salah dan yang benar.
Karena didalam makalah ini maih terdapat banyak kekurangannya oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan dan kemajuan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Mundiri.2005. Logika.PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: